Jumat, 27 Februari 2009

PRINSIP PERNIKAHAN KRISTEN

Pernikahan dalam pandangan Kristen bukanlah sekedar keinginan manusia. Tetapi pernikahan dalam pandangan Kristen adalah sebuah kehendak Tuhan. Dalam perjanjian Lama, Pernikahan merupakan lembaga pertama yang didirikan oleh Tuhan. Tuhanlah yang merancang pernikahan, Tuhanlah yang mempersatukan Adam dan Hawa sebagai satu keluarga. Mengutip pendapat John Stoot, “ Perkawinan bukanlah temuan manusia. Ajaran Krsiten tentang topik ini diawali dengan penegasan penuh kegembiraan bahwa perkawinan adalah gagasan Allah, bukan gagasan manusia… Perkawinan sudah ditetapkan Allah pada masa sebelum manusia jatuh kedalam dosa Hal yang sama dalam Perjanjian Baru, Yesus dan Paulus memandang pernikahan adalah sebuah lembaga yang sangat penting. Ketika pernikahan di kota Kana Yesus melakukan muzijat pertama walaupun waktunya belum tiba toh akhirnya Yesus melakukan juga karena Yesus memandang pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting. Mengutip Yohanes 2:4 “Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba., Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! “

Pernikahan Krsiten merupakan sebuah perjanjian (covenant). Perjanjian bukan sekedar janji antara manusia yang sering berubah. Janji dalam sebuah pernikahan melibatkan Allah, artinya suatu janji yang tidak bisa dibatalkan dan merupakan ikatan seumur hidup. Itu sebabnya dalam pernikahan Kristen pasangan yang menikah harus melibatkan Tuhan bahkan menjadikannya sebagai kepala sehingga komunikasi dalam keluarga bukan hanya dialog tetapi menjadi trialog. Jika dalam keluarga Allah dijadikan kepala maka Allah akan terus melakukan intervensi sehingga pasangan-pasangan yang menikah terus bertahan dalam satu keluarga yang utuh sekalipun dalam perjalanannya menghadapi banyak tantangan. Tetapi sebaliknya jika Pernikahan hanya dipandang sebagai keinginan manusia semata maka ikatan pernikahan sangat rapuh dan mudah putus.Itulah yang terjadi banyak pernikahan pada zaman modern ini, terlebih pasangan para selebritis. Dulu waktu menikah ditanya mengapa menikah jawabnya sangat ilahi, atas kehendak Tuhan. Ttapi setelah menikah mengalami masalah lalu bercerai, kemudian ditanya mengapa bercerai jawabannya kembali sangat ilahi, sudah kehendak Tuhan. Benarkah atas kehendak Tuhan bercerai, tentua tidak. Atau mungkin pernikahan dipandang sebagai sebuah janji ilahi tetapi jika dalam perjalanan rumah tangga tidak melibatkan Tuhan maka dapat dipastikan pernikahan itu menjadi sesuatu yang hambar dan bukan tidak mungkin suatu saat akan kandas ditengah jalan. Maka dari itu pernikah Krsiten bukanlah sekedar janji manusia tetapi sebuah jani ilahi.

Ketika Tuhan membangun sebuah keluarga tujuannya jelas, sebagaimana dicatat dalam kitab Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Tuhan ingin supaya dari keluarga-keluarga yang diberkati lahir keturunan-keturunan ilahi yang mempermuliakan Tuhan. Seperti yang dicatat dalam kitab Maleakhi 2:15 “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.“ Allah Tritunggal pada awal penciptaan menyadari bahwa ada kemungkinan manusia akan jatuh kedalam dosa. Itu sebanya terjadi dialog, bagaimana seandainya manusia ciptaan kita jatuh kedalam dosa, padahal tujuan kita menciptakan manusia supaya menyembah kita. Maka dalam dialog itu sang Putera (Yesus ) disepakati akan turun kedunia untuk menyelamatkan dan ditetapkan bahwa keluarga Yusuf dan Maria akan menjadi keluarga Ysus.

Banyak orang terjebak dengan pandangan umum tentang tujuan pernikahan. Sudah menjadi pendapat semua orang bahwa tujuan pernikahan adalah supaya hidup menjadi lebih bahagia. Sehingga tidak jarang banyak orang akhirnya kecewa dengan pernikahannya karena ternyata dia tidak bahagia. Dan terjadinya banyak perceraian alasan utamanya adalah karena sudah tidak mendapat kebahagiaan lagi. Maka dari itu dimuali dari sini bahwa tujuan pernikahan bukanlah untuk mendapat kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan merupakan akibat dari pernikahan yang mengalami pertumbuhan. Jika masing-masing pasangan bertumbuh maka implikasinya adalah mereka akan mendapatkan kebahagiaan. Maka tujuan pernikahan bukanlah kebahagiaan tetapi pertumbuhan

Pernikahan Kristen dirancang Tuhan monogame. Ketika Tuhan melihat Adam sendirian, Tuhan menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam yang berperan sebagai penolong. Tuhan tidak menciptakan Hawa-hawa, tetapi hanya menciptakan satu Hawa. Maka dari itu pernikahan Kristen harus monogame. Memang dalam Perjanjian Lama banyak ditemukan terjadi praktek polygame, tetapi sesungguhnya itu bukanlah rancangan Tuhan. Dalam perjanjian Baru baik Yesus maupun Paulus sangat menekankan bahwa pernikahan yang dianjurkan adalah monogame. Mengutip tulisan Paulus “I Korintus 7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” Dengan kata lain perkawinan yang melibatkan wanita/pria lebih dari satu adalah percabulan.


20 komentar:

  1. Syalom bapa, saya seorang istri berumur 38 thn, dua anak laki2. Masalah saya sangat berat skli, karna akhir2 ini suami saya sudah mulai berubah dan saya mulai dengar hal2 yang aneh dalam hidupnya. Suami saya saat ini sedang ambil program doktor di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Mulai kelihatan keangkuhan dan kesombongan bahkan dia mulai melalukan perbuatan2 tercela. Suami saya sudah berjalan jauh skli, sampai2 dia sering caci maki saya dan bicara kata2 kasar dan suka pukul untuk menutupi kesalahannya. Tolong saya bapa, bantu dalam doa supaya rumah tangga saya dipulihkan Tuhan dan utuh kembali.

    BalasHapus
  2. Pak Hermanto yg baik, saya ingin konsultasi tentang masalah rumah tangga saya yang pelik, karena saya tidak tau lagi harus membicarakannya dg siapa lagi, sudah saya coba membahas dg suami tapi tidak menemukan jalan keluar karena masing2 merasa dirinya benar dan sama2 keras. kami pernah terpikir untuk mamakai jasa konsultan masalah perkawinan,tapi kami terbentur masalah biaya. maka saya sangat berharap bapak bisa membantu kami melalui situs ini. saya Siska, 28 tahun. suami saya seusia dengan saya, bahkan lebih muda 7 bulan dari saya. kami pasangan Katolik dan baru menikah 6 bulan yg lalu. saya tidak pernah merasa bahagia. karakter tabiat suami saya kasar dan sangat ceroboh. hobinya main game hingga malas bekerja dan mencari nafkah. setelah kami menikah, saya yg lebih sibuk bekerja, dan suami lebih sering menganggur. bila saya minta dia bekerja, selalu saja ada alasannya menghindar. dia menghendaki 1 pekerjaan dan tidak mau dg pekerjaan lainnya (terkesan pilih2 sekali), padahal perut kan tetap harus diisi setiap hari. akibatnya untuk biaya hidup sehari2 kebanyakan menggunakan uang dari hasil kerja saya. suami punya hobi main game, nonton, dan baca komik, sehingga ia sering membeli DVD film ato menyewa komik. kebiasaan itu tetap dia lakukan sekalipun kondisi keuangan kami mepet dan hanya saya yg bekerja. saya sering menasehatinya, tp yang terjadi justru dia malah tersinggung dan marah karena merasa dirinya direndahkan oleh saya. padahal saya hanya mengingatkan dia supaya bekerja dan menjalankan tugasnya sbg suami/kepala keluarga yaitu mencari nafkah. bila bertengkar, dia sering mengatai saya, awalnya "rese" lalu "brengsek" lalu "tai" dan "bangsat". saya sangat sakit hati diperlakukan seperti itu,pak.. apalagi saya tidak pernah mengatainya. tapi karena dia sering mengatai saya bila sedang kesal atau marah, utk mengurangi sakit hati yang saya rasakan, saya kadang membalasnya, maksud saya biar dia tau dan mengerti bahwa dikatai dg kata2 kotor dan kasar itu sangat sakit, apalagi oleh suami sendiri. padahal sebelum menikah, saat melamar saya, kami sudah sepakat utk tidak mengatakan kata2 kasar apapun bila sedang marah atau bertengkar. perlu bapak ketahui, dia juga punya hobi menonton film porno atau membuka situs2 porno. dan sementara saya sedang bekerja membanting tulang utk menghidupi kami berdua, dia santai2 main internet dan membuka situs porno, sering juga dia malah pergi jalan2 ke mall atau ke mana saja, dan susah sekali dihubungi. dia pikir saya tidak tau akan kebiasaanya itu, karena dia selalu berusaha menghilangkan jejak di komputer, tapi saya mengenal dia dan menemukan bukti yg nyata dan jelas. kalau saya ingatkan bahwa itu dosa, dia selalu bilang "iya" tapi lagi-lagi tetap melakukannya dg alasan karena saya tidak bisa memuaskannya sebab saya selalu menolak bila dia meminta saya melakukan "oral sex". saya memang tidak bisa melakukan itu karena setau saya oral sex tidak dibenarkan oleh agama dan menurut saya itu jorok. tapi dia tidak mau mengerti dan terus memaksa saya. saya jadi merasa tidak dihargai sebagai istri. pernikahan kami masih seumur jagung, tapi saya sering merasa tidak tahan dan tidak bisa melanjutkan lagi. kalau sampai saya bertahan hingga saat ini, itu karena saya memikirkan orang tua kami, dan karena saya ingat akan kalimat "apa yang telah dipersatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia". tapi saya merasa tidak ada yang patut dipertahankan dan diperjuangkan dari suami yg seperti ini. saya mohon saran dan nasehat dari bapak.. saya ucapkan terimakasih juga karena telah bersedia membaca curahan hati saya. Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  3. ibu Elsa, pertama saya minta maaf kalau sangat terlambat membalas surat Ibu. mudah-mudahan balasan surat ini masih sempat ibu baca. saya bisa merasakan betapa beratnya pergumulan yang ibu sdg hadapi. dan saya berdoa semoga suami ibu cepat sadar dan kembali mengasihi ibu dan anak-anak. saya percaya bahwa ibu pasti sanggup menghadapinya dan Tuhan akan menguatkan ibu.
    Tuhan memberkati

    BalasHapus
  4. Ibu Sisak di Jakarta,

    Pertama saya minta maaf karena terlambat membalas surat ibu. dan kalau mau konsultasinya lebih lancar ibu bisa masuk facebook saya. kirim pertanyaan ibu di inbox. saya akan cepat membalasnya.

    sungguh saya turut merasa betapa sedihnya hati ibu, pernikahan baru seumur jagung tetapi sudah harus mengalami perlakuan sprti itu. tetapi apa yang ibu lakukan sungguh sudah baik. mencoba konsultasi dan mau sharing. paling tidak masalah yang ibu alam tidak disimpan sendiri, tetapi mau membagikannya dengan orang yg tepat.

    usul dari saya:

    1. Carilah seorang sahabat (wanita) yg lebih dewasa (cara berpikir, kerohanian. usahakan kalian bertemu 1x seminggu dan curhatlah dengannya.

    2. tetaplah lakukan kewajiban ibu sebagai istri dan jangan mengajari suami. tunjukkan prilaku yang sopan dan hormat. saya tahu ini tidak mudah. tapi itu sangat baik jika ingin menyadarkan suami ibu. (merubah pasangan tanpa perkataan)

    3. Tekunlah beribadah, doakan suami ibu supaya dia sadar.

    demikian dulu ibu siska, semomga membantu.
    Tuhan Yesus memberkati

    BalasHapus
  5. Malam pak hermanto, saya ingin menanyakan soal pernikahan kristen yg ditentang orangtua saya.
    saya roy, umur 27 thn. Pasangan saya shella umur 26 thn.
    Org tua saya menentang pasangan saya karena keegoisan ibu saya. Org tua asal dr ambon jadi punya prinsip yg keras. Org tua saya samapi membawa2harta, padahal saya sdiri berprinsip tdk bernah berharap harta dari mereka. Dan mereka beranggapan pasangan saya ini tidak baik. Padahal saya sdh jalan dgn pasangan saya selama 3 tahun lebih. Dan saya melihat pasangan saya ini baik dan dia selalu.mendengar kata2 apa yg boleh dan apa yg tdk boleh. Ibu saya selalu merendahkan dia baik secara harta maupun derajat. saya mempunyai penghasilan sendiri dan saya membeli motor untuk semua kegiatan saya. Orang tua saya mempunyai 2 mobil dan apabila saya menggunakan mobil tersebut selalu berpikir saya pakai mobil tersebut untuk jalan dgn pasangan saya. Padahal pasangan saya tdk pernah berharap utk naik mobil dgn saya. Kita lebih memilih untuk naik angkutan dan motor. Saya sdh mencintai dia dengan tulus dan saya belajar pengalaman org tua saya. Dimana ayah dl sering berselingkuh dan main tangan apabila ada pertengkaran. Sayabelajar dr itu dan saya mau menjadi seorang lelaki yang menghargai pasangan saya tapi dianggap oleh orang tua saya sebagai saya tunduk pada pasangan saya.
    Kami sdh bisa saling menjaga dan saling menghormati dan orang tua pasangan saya ini menyetujui hub saya dgn anaknya ini.
    Ibu saya dikenal oleh teman2 nya dekat dgn Tuhan, tapi rasa dendam, dengki dan merendahkan org lain.itu tdk bisa lenyap.
    Saya ingin menanyakan apabila kami ingin menikah tanpa restu dari org tua saya krn kesombongan ini, apabisa terlaksana? Apakah ada solusi bagi kami akan masalah ini? Karena semua masalah ini sifatnya seperti roda, akan terus berputar.
    Apa saya bisa konsil dgn bapak secara langsung?
    Terimakasih pak,
    Syalom, Tuhan Yesus memberkati

    BalasHapus
  6. Mas Roy di Jakarta, mohon maaf kalau terlambat membalas. Sebenarnya masalah yg di hadapi mas Roy juga di hadapi oleh banyak orang, walau kasusnya tdk persis sama. Sangat baik memang kalau Mas Roy datang langsung konsultasi ke kantor saya di Gereja Diaspora Lantai 6 Ged. Thamrin City Belakang Grand Indonesia. Namun sebagai komentar awal dari saya:

    1. Tdk mudah mmg karena Roy harus berada di antara Shella/pacar (calon istri) dgn Ibu (yg melahirkan. tdk mudah karena ibu Roy sepertinya tdk menerima kehadiran shella. Namun dari sedikit cerita yg Roy ungkapkan ttg ibu, mungkin penolakan itu terkait dengan masa lalunya. karena itu, mas Roy harus bersikap lebih dewasa. jangan terpancing dgn reaksi si ibu. Ttp lah menghormati si ibu, dan jangan tanggapi terlalu dalam ttg semua yg ibu katakan. bersamaan dgn itu, komunikasikanlah dengan shella ttg kondisi ibu, sehingga Shella pun tidak merasa kecewa.

    2. Terkadang, "dekat dengan Tuhan" tdk jaminan sikap orang jadi baik. Sikap itu berasal dari karakter, dan karakter adalah kumpulan dari semua pengalaman-pengalaman sejak kecil baik yang buruk maupun yg baik. Karena itu jgn heran melihat ibu seperti itu.

    3. Masalah rencana kalian menikah, idelanya mmg harus direstui oleh orang tua. tapi yg paling penting adalah, kalian berdua, sejauhmana kalian sudah siap. dan apa alasan kalian akhirnya ingin menikah. ? inilah yg perlu di bangun dan akan menjadi dasar pernikahan.

    karena itu, kalau kalian ada waktu silahkan datang ke alamat yg sdh saya tuliskan di atas.

    Sekian dahulu,....

    Syalom. Tuhan Yesus Memberkati

    BalasHapus
  7. Sore pak Hermanto
    Perkenankan saya untuk meminta sumbang pendapat dari bapak terhadap problem yang sedang saya gumuli. Nama saya Susanti umur 25 tahun dan pasangan saya si ndut 24 tahun. Problem kami seperti ini: sebenarnya kami ingin sekali memantapkan hubungan kami dalam ikatan pernikahan, tapi sebelum niat kami tercapai, ibu dari pasangan saya mengalami sakit parah dan akhirnya dipanggil oleh Tuhan. Sehingga rencana kami harus di urungkan sampai waktu yg tdk bisa kami pastikan, karena pada saat usaha menyembuhkan ibu pasangan saya sangat menguras banyak sekali dana bahkan pasangan saya sampai ngredit. Inilah yang menjadi problem, kami tidak memiliki cukup dana untuk pernikahan kami, ditambah lagi gaji bulanan dipake untuk potong kredit tadi, dan orang tua kami serta saudara kami juga tidak memungkinkan untuk membantu mendanai pernikahan kami. Sekarang saya berpikir, akan kah ada masa depan ntuk hubungan kami???? Gbu pak!!!!!!!!

    BalasHapus
  8. Susanti,

    Pertama saya mohon maaf karena sangat terlambat membalas surat Santi.

    setelah membaca kisah Santi, satu sisi saya simpati dan terharu dan disisi lain, saya sangat bangga karena kerelaan Santi menolong calon mertua. apa yang kalian lakukan sudah baik, walaupun harus menanggung konsekuensinya rencana menikah kalin harus tertunda. yang penting sekarang adalah kalian harus tetap kompak dan jangan saling menyalahkan. Ingat ! menikah tidak harus pesta besar, yg penting kalau kalian Kristen adalah pemberkatan di Gereja dan bisa dilanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan. itu dulu saran dari saya, semoga membantu.

    BalasHapus
  9. Selamat siang Pak Hermanto,
    saya seorang istri berumur 33 tahun dan suami berumur 32 tahun. Kami baru menikah hampir 4 tahun,tapi kami telah berpacaran selama hampir 11 tahun. Saya mohon bantuan Bapak untuk memberikan saya pandangan dan cara yang baik sebagai seorang istri yang beriman, yaitu tentang suami saya yang menurut perasaan seorang istri bahwa dia punya wanita lain. Selain itu saya juga telah beberapa kali melihat sms di hp nya yang menyatakan cinta pada wanita tersebut. Setiap saya ingin melihat hp nya mesti tidak boleh, ketika ada telpon pasti dia menjauh dari saya. Dan satu lagi Pak, teman sekantornya yang juga teman saya bilang pada saya kalau dia menelpon seseorang dan berkata "Dah turun? hati-hati ya, muah muah". Coba Pak bagaimana persaan saya. Tapi setiap saya tanya sama suami, dia bilang kalau dia hanya bermain dengan teman-teman laki-laki saja. Saya minta tolong pada Bapak, bagaimana saya bertanya padanya supaya dia mau mengakuinya. Karena saya tidak mungkin memberitahukan tentang perkataan teman saya yang mendengar percakapannya tadi. Terima kasih bila Bapak bersedia menanggapi pertanyaan saya ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

    BalasHapus
  10. Untuk seorang Istri yang sedang kesulitan menghadapi suaminya:

    Pertama saya mohon maaf karena terlambat membalas.

    saya turut prihatin dengan keadaan ibu, tetapi sebelum terbukti sebaiknya ibu jangan terlalu termakan perasaan. ada baiknya ibu selidiki sampai memang itu terbukti. keadaan ini memang tidak baik jika dibiarkan berlama-lama. artinya ibu terus termakan perasaan atau hubungan suami ibu dengan temannya itu semakin dalam (jika benar). jika timbul rasa sungkan, takut dia tersinggung atau terjadi pertengkaran kalau bertanya adalah hal yang wajar. tetapi bagaimanapun hal ini harus secepatnya terungkap dan diselesaiakan. karena itu carilah waktu yang tepat untuk bertanya, gunakan kata-kata yang baik/ jangan menyerang, sebagai orang beriman berdoalah terlebih dahulu. ingat ibu, setiap tindakan selalu ada konsekuensinya. tetapi kalau tujuan kita baik, pasti Tuhan akan tolong.

    demikian dahulu Ibu, semoga membantu

    Salam

    BalasHapus
  11. Syalom Bapak Hermanto..
    Saya seorang ibu rumah tangga berusia 21 tahun. Saya memiliki seorang anak berusia 1,5 tahun. Saya menikah dengan suami di usia muda, karena saya hamil di luar nikah. Suami sekarang sedang melanjutkan kuliah di luar kota, dan saya harus stop kuliah karena harus mengurus anak saya.Saya menikah dengan suami hampir 2 tahun. Mengenal suami selama 7 tahun.Singkat cerita, pada puncaknya 2 bulan lalu yang lalu suami Saya ingin menceraikan Saya. Dia bilang dia tidak tahan atas sikap Saya. Dia bilang dia sudah tidak mencintai Saya dan ingin mencari pengganti Saya.Saya memang orangnya mudah marah dan posesif. Namun, saya pikir, alasan seperti itu kok sampai tega-teganya ingin menceraikan saya. di lain sisi Saya berpikir, dunia nya beda dengan Saya. Dia masih kuliah.Koneksinya banyak. Banyak bertemu perempuan cantik. Sedangkan saya hanya mengurus anak di rumah. Dia juga senang berbohong pada saya. Dia juga senang melihat blue film dan itu membuat hati saya sangat sakit. Saya sempat menemuinya, namun permasalahan tidak selesai. Dia bilang dia tidak ingin bertemu saya lagi. Saya bilang kepadanya Saya tidak ingin bercerai. Sudah hampir 2 bulan Saya tidak berkomunikasi dengannya. Saya SMS, dia tidak menjawab. Saya tidak tau lagi bagaimana kabar dia. Tiap hari yang saya lewati di rumah sama dengan kepedihan tiap detiknya.Air mata rasanya sudah habis saya keluarkan. Keluarga saya berkata supaya saya tidak perlu memikirkan terlalu dalam..Tetapi bagaimana lagi, pak.. Otak saya terus berjalan Saya tidak bisa berhenti memikirkan dia, karena dia suami saya. Mungkin, orang lain berpendapat sudah ceraikan saja, dan kamu akan dapat yang lebih baik. Saya tidak bisa seperti itu pak, karena saya tau dia yang terbaik buat saya. Apalagi ketika Saya melihat anak Saya. Saya merasa kasihan dengan anak saya. Saya sungguh mencintai suami saya. Saya tidak akan bisa mencintai orang lagi lebih dari padanya. Dan saya tau itu. Dia yang sudah Tuhan berikan pada saya, meski kami disatukan karena masa lalu kami kurang baik. Saya sampai di ujung lelah saya dan sempat berpikir apabila setelah lulus kuliah dia tetap seperti itu, saya berniat ingin mengakhiri hidup saya dengan bunuh diri karena Saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya sampai berpikir, tidak apa2 dia bersama perempuan lain, tidak apa2 dia mau menyakiti perasaan saya. Asalkan dia tidak menceraikan Saya, pak.. Sekarang Saya hanya bersahabat dengan waktu. Menanti kepulangan dia walau entah kapan. Saya ingin Tuhan menyelamatkan pernikahan Saya, pak.. Dan itu yang saya katakan di tiap doa saya. Saya minta maaf pak, kalau saya terlalu mengurai panjang lebar.. Saya sangat mengharapkan tanggapan dan nasehat Bapak.. Karena Saya rasa keluarga Saya sudah capek menampung keluh kesah Saya. Terima kasih Bapak.. JBU

    BalasHapus
  12. Syalom Bpk Hermanto.
    Saya ingin curhat tentang kondisi rumah tangga saya sama Bapak sekaligus mohon saran Bapak untuk saya mengambil langkah selanjutnya.
    Saya seorang isteri umur 38 tahun sudah 13 tahun menikah dengan seorang laki-laki berusia 5 tahun di atas saya. Awalnya pernikahan kami sangat bahagia, kami mempunyai satu orang anak laki-laki berumur 9 tahun. Sejak menikah suami saya tidak bekerja dan otomatis semua kebutuhan rumah tangga saya yang penuhi. Suami saya tinggal di rumah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga termasuk mengasuh anak kami. Pada tahun 2010 suami saya mendapatkan pekerjaan tapi di kota lain yang jauh dengan kami. Dia mendapat cuti hanya 1 kali dalam 3 bulan. Pada awal-awal dia bekerja tidak ada masalah. Kami tetap rajin berkomunikasi lewat telpon dan dia selalu bilang bahwa dia rindu untuk pulang kembali ke rumah. Ketika sudah berjalan 1 tahun, dia bertemu dengan mantan pacarnya di kota tempat dia bekerja. Sebenarnya sang mantan ini sudah bersuami tapi sudah tua. Akhirnya mereka pacaran, awalnya mungkin iseng-iseng saja (menurut pengakuan suami saya) tetapi karena si perempuan adalah isteri orang kaya akhirnya dia benar-benar jatuh cinta sama perempuan ini. Alasannya perempuan tersebut perhatian, suka traktir dan macam-macam. Akhirnya suami saya sering curhat ke dia katanya rumah tangga kami tidak bahagia, saya yang mengurus rumah tangga padahal saya laki-laki bahkan dia bilang kalau sebenarnya dia tidak mencintai saya, istri yang sudah menikah dengannya selama 13 tahun dan 7 tahun pacaran sebelumnya. Pendek kata dia selalu menjelek-jelekkan saya di depan perempuan itu. Saya pastinya sangat sakit hati apalagi perempuan itu terus-terusan sms saya menceritakan apa yang suami saya cerita ke dia. Kemudian karena perusahaannya bangkrut suami saya kembali ke rumah tapi tetap berhubungan dengan perempuan tersebut, bahkan di depan saya dia terang-terangan menelpon si perempuan itu. Yang parahnya lagi kalau dia ditanya orang tuanya baik laki-laki maupun perempuan selalu bersumpah bahkan pakai nama Tuhan segala. Akhirnya saya dicap hanya mengarang-ngarang cerita.
    Bapak hermanto, saya mohon petunjk dari bapak apa yang mesti saya lakukan,apalagi tidak ada niat sama sekali dari suami saya untuk minta maaf bahkan walaupun kami sekarang tinggal bersama lagi tapi sulit sekali mengajak dia ngomong. Saya sangat rindu keluarga kami seperti dulu lagi sebelum dia kenal perempuan lain. Dulu dia cukup aktif beribadah namun sekarang mendengar lagu rohani dari radio aja dia tidak mau apalagi kalau diajak ke gereja atau berdoa. Saya frustasi kok dia bisa berubah total hanya dalam waktu singkat. saya pernah berpikir untuk bercerai tapi saya sebenarnya masih mencintai dia dan saya kasihan sama anak saya. Saya merasa kalau dia benar-benar laki-laki kurang ajar yang tidak tahu berterima kasih.Tapi tiap saat saya selalu berdoa buat dia semoga suatu saat dia dapat sadar dan memohon ampun kepada Tuhan apa yang dia perbuat. Saya sangat merindukan masa-masa kebahagiaan rumah tangga kami seperti dulu. Saya mohon petunjuk Bapak, langkah apa yang mesti saya ambil, karena semua nasehat orang tua ataupun teman-temannya tidak dihiraukan sama sekali, sepertinya dia benar-benar jatuh cinta sama perempuan itu. Sama dengan perempuan itu juga masih terus menghubungi suami saya padahal dia juga punya suami dan anak walaupun dia cuma istri kedua. Terima kasih Bapak. GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu Yang sedang bersedih.

      pertama saya minta maaf karena terlambat membalas surat Ibu. Selanjutnya jika ibu ingin mendapat tanggapan lebih cepat, sebaiknya konsultasi lewat email saja ke zion_karokaro@yahoo.com. pasti langsung akan saya balas.


      setelah membaca surat ibu, saya bisa mengerti betapa berat dan sakitnya hati ibu. sumai yang ibu cintai ternyata dengan sengaja bahkan terang-terangan berselingkuh dengan wanita lain (mantan pacar).

      walau demikian ibu masih tetap mencintai suami dan ingin mempertahankan rumah tangga. itu adalah hal yang sangat baik dan dikehendaki Tuhan. maka dari itu apa yang bisa membuat ibu kuat bertahan sampai akhirnya terjadi pemulihan, berikut adalah usulan saya:

      1. Teruslah berdoa, agar Tuhan menjamah hati suami ibu

      2. Tetaplah lakukan tugas ibu sebagai seorang istri.

      3. Belajarlah melihat sisi baiknya suami ibu, jangan fokus pada kesalahannya. (dia pulang kerumah adalah sebuah sisi baik yang ibu harus syukuri)

      4. Percayalah ada Tuhan yang melihat segala yg ada dihati Ibu. dan Tuhan pasti mendengar doa ibu.

      sekian dulu ya, semoga membantu.

      Hapus
  13. selamat malam pak,
    saya mau cerita saya punya masalah diman saya sekarang sedang hamil hampir 2 bulan namun secara medis janin belum ada,dan letak permasalahannya saya belum menikah. calon suami saya sudah ada dan kami berencana menikah tahun depan. saya tidak tahu harus bagaimana lagi.ingin nikah dipercepat tapi syarat dan keuangan belum terpenuhi. belum lagi saya merasa tidak mampu menghadapi keluarga saya. mohon nasehat bapak dan doanya..terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk yang sedang bingung

      saya minta maaf terlambat membalas, kalau mau konsultasi lebih lanjut langsung email saja ke zion_karokaro@yahoo.com. saya akan langsung balas.

      setelah membaca surat sdri walau hanya singkat namun sangat komplit masalahnya. walau demikian saya ingin meneguhkan sdri bahwa setiap masalah selalu ada jalan keluarnya.

      usulan saya:

      1. pastikan apakah sdri mmg betul-betul hamil atau tidak. perlu konsultasi ke dokter lain. krn secara medis jika usia kehamilan sudah 2 bulan kalau di usg akan kelihatan. Namun lebih baik tanyakan langsung pakarnya.

      2. jika betul-betul hamil, bersyukurlah krn Tuhan mempercayakan anak dalam kehidupan sdri. lepas bagaimana cara dia dilahirkan atau dikandung, jika sdri sudah hamil berarti Tuhan percaya kepada sdri. krn itu tdk boleh digugurkan.

      3. Setiap perbuatan yang melanggar norma ada konsekuensinya. berani berbuat harus berani bertanggung jawab. karena itu, setelah kalian berdua minta ampun dihadapan Tuhan beritahulah kepada keluarga baik orang tua sdri maupun calon pasangan. jangan terlau pikirkan apa reaksi mereka, hadapi saja. itu sudah resiko krn sebuah kesalahan. mudah-mudahan dengan demikian kalian akan segera dinihkan. tidak usah pikir pesta besar yg penting diberkati digereja dan dilanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan.

      sekian dulu ya, semoga membantu

      TYM

      Hapus
  14. shaloom... saya seorang wanita umur 21 tahun,,,saya sudah menikah dgn suami 3 thn lalu.. sedangakn anak kami 2 thn 9 bln.. yups... saya hamil sblm kami resmi pemberkatan.. kami pacaran 7thn, saat pacaran,, suami adlh orang yg sangat mengrti saya, perhatian melampaui teman2 bahkan keluarga sya sndri.. itu yg membuat sys mantap, utk melnjutkan janin (ank kami) utk dlahirkan meskipun sya baru saja lulus SMA.. singkat, stlh pernikahan kami tak dapat bulan madu sbgaimna.. 2 bln stlh itu sya hrs k bandung sdgkn suami d smg.. selama 4 bln.. lalu begitu teru.. 2 bln ktm, 4 bln pisah.. tkdg sya bfikir knpa sya hrs d bandung( mertua), sdgkn suami & ortu sya d smg.. sbgian orang bfikir kami klwrga muda yg sgt harmonis.. mesipun dbalik itu kami sering tk sepaham.. trtama saat ortuna ada dsni ikut dgn kami.. tp dia tmsk orang yg pintar d ranjang...... akan tetapi 2 bln trakir ini sya merasa suami sdh brbah,, tak ada perhatian,, bahkan utk urusan ranjang bisa dhitung, kdg seminggu sekali, atau tidak sama sekali.. tanpa foreplay.. apa yg hrs sya lakukan...??? karna sikapnya bbnr brubah,, g pnh bcanda brg, makan brg, tanpa perhatian,,, sebagai seorang wanitasya sgt mengingikan hal itu (perhatian,belaian, kasih sayang)... apa sya tllu byk menuntut..???
    sdg, sya lihat klwrga muda lain, sll tlihat kompak.. dan saat seminar sya tahu, utk umur 21-29an adlh masa dmna orang saling membutuhkan pasanganya.. utk hal sex, bsa dlakukan hingga 4x seminggu dan lbh dr sekali semalam..

    apa yang harus sya lakukan...?????
    terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu yang di Bandung,

      idealnya sebagai suami - istri mmg harus tinggal serumah agar komunikassi, rekrasi, dll bisa lebih mudah dilakukan. tetapi karena alasan tertentu bisa saja suami istri hrs berpisah sementara tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. terutama bagi seorang pria masalah sex sering tidak bisa ditunda dan akhirnya bisa menjadi awal masalah. karena itu sebaiknya hrs dibicarakan agar bisa tinggal di smrg atau di bandung.

      Kalau siakp suami sekarang agar berubah, jangan curiga dulu, tanyakan saja secara baik2 dan unggkapkan saja apa yang menjadi kerinduan ibu untuk suami. hanya saja jangan juga memaksa - dibutuhkan kedewasaan.

      sekian dulu ya

      Hapus
  15. Malam pak hermanto, saya istri dg 3 anak, saat ini sedang mengalami masalah bhw suami saya minta bercerai. Adapun kami sdh menikah selama 16thn lbh, dan selama ini mmg selalu tdk ada kecocokan, dr awal menikah saja, selalu byk keributan. Tapi saya tetap bertahan krn ingat akan Tuhan. Suami saya melakukan kdrt, penghinaan & terakhir dia lakukan di depan anak2 & pembantu. Memang saya sangat sakit hati, tapi saya tetap bertahan demi anak2, walaupun dulu pun saya pernah minta cerai. Terakhir kali setelah melahirkan anak ke 3, saya akui saya mengalami perubahan, saya merasa jenuh dan ingin bersosialisasi lebih, dari dulu saya memang suka berteman dan melakukan kegiatan2 di luar ditambah social networking makin merajalela, akhirnya suami pun curiga bhw saya berselingkuh. Karena akhirnya saya mempunyai byk teman2 pria terutama teman2 dari sekolah SMA dulu. Kekacauan byk terjadi tapi akhirnya kami bisa melewati masa2 kelam tsb. Setelah 6 bln melewati masa damai, tapi sebenarnya pernikahan kami sudah tawar, suami saya tiba2 bertingkah aneh. Sering keluar kota. Terakhir dia sering tdk pulang dan minta cerai. Yang saya dengar, ternyata dia sengaja lakukan utk membuat saya sakit hati. Dia tidak suka saya bergaul dengan teman2, katanya lingkungan membuat saya rusak dan berubah. Yang dia mau adalah saya hanya di rumah saja, masak dan urus anak. Tidak boleh bergaul sama teman2. Ternyata dia marah saat saya pergi jalan2 ke luar negeri dengan teman2, padahal saya sdh ijin, tapi ternyata dia tdk suka, tapi dia diam saja dan ijinkan saya pergi. Setelah saya pergi, dia merasa pergaulan saya ini yg merusak krn suka pergi dengan teman2 yang suka pergi, bagi dia itu adalah org yg tidak bertanggung jawab. Saya ini bingung, bagi saya yg saya lakukan adalah wajar, tapi bagi suami saya tdk. Saya pergi gym juga bagi dia adlh hal yg buruk pdhl saya benar2 olahraga disana. Suami saya adlh tipe pencemburu dan sangat kolot. Sedangkan saya mendapatkan pendidikan dr luar. Terakhir saya mengajak dia utk konseling, dia tdk membalas. Katanya dia sangat kecewa krn saya tdk berubah menjadi baik, malah buruk (krn travel sm tmn2). Saya sdh mengatakan bhw saya sdh tdk punya kontak cowok2 lagi, saya ttp akan gym tapi berkurang dan tdk akan kumpul sama teman2. Tapi dia ttp tdk membalasnya...apa yg hrs saya lakukan utk menyelamatkan pernikahan ini? Terima kasih

    BalasHapus
  16. Sore pak hermanto Saya wanita beranak 1, usia saya 25 thn dan suami 35 thn. Dr awal pernikahan saya dan suami banyak hal yang buat saya ga sehati dengan dia..contohnya dari awal saya sdh katakan kepada suami (sblm saya menikah) bhwa kami akan tinggal terpisah dngan mertua saya. Dan kenyataan nya saya tinggal dengan merka, dan perjanjian awal menikah jika tinggal di rmh mrtua paling lama 3 bln tp knyataanya 5 bln. Karna rumah mertua dan adik nya berdekatan itu yang mebuat adik mertua saya juga ikut campur dalam urusan rumah tangga kami. Suami hanya bisa diam di saat saya mrasa tidak nyaman atas apa yg saya dpt. Akhir 2x ini usia pernikahan saya 1 thn 7bln saya semakin jenuh dan bosan di tmbh lagi terkdng saya bicara degn suami saya gak pernh tuntas menyelesaikan konfik yg terjadi di rt saya. Suami juga gak dengerin apa yang saya ceritakan. Bagaimana mengatasinya pak hermanto... terimakasih atas sarannya nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu Sheila

      Pertama, saya minta maaf karena sangat terlambat membalas surat ibu.

      Melihat usia pernikahan ibu yang masih muda, rasanya wajar jika ada masalah-masalah yang terjadi. Jangan takut dengan adanya masalah, karena lewat masalahlah rumah tangga akan menjadi lebih bahagia asal disikapi dengan benar.

      Saya bisa mengerti perasaan ibu, apa yang dilakukan suami sepertinya membuat ibu tidak nyaman bahkan mulai jenuh. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan terus karena akan mengganggu keharomisan kalian.

      Karena itu, menurut saya tetaplah jaga komunikasi dengan suami. jika sekarang suami belum bisa memenuhi apa yang ibu minta, sabarlah. atau bicarakan secara baik2 dan jangan pernah memaksa, krn tdk baik. jadikan waktu sekarang untuk menujukkan kepada mertua bahwa ibu adalah menantu yang baik. saya tahu ini memang tidak mudah, tetapi dengan demikian rumah tangga ibu akan menjadi lebih baik seiring dengan perubahan yang terjadi dengan ibu. karena sesungguhnya tujuan pernikahan adalah pertumbuhan.

      Jika ibu masih ingin bertantanya, sebaiknya gunakan email yg ada didepan bolg ini agar jawaban bisa direspon lebih cepat.

      Demikian,
      Tuhan Yesus memberkati.

      Hapus