Kamis, 10 April 2014

APA YANG KITA LAKUKAN JIKA MASALAH DATANG

APA YANG KITA LAKUKAN JIKA MASALAH DATANG
Oleh: Ev. Hermanto Karokaro, MA


Setiap orang tentu tidak menginginkan ada masalah dalam hidupnya. Tetapi tidak  bisa dipungkiri masalah akan menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak manusia. Ada isitilah yang mengatakan bahwa hanya orang-orang yang mati yang tidak mempunyai masalah. Jadi selama manusia hidup maka masalah akan selalu ada.

Cara seseorang meresponi masalah memang berbeda-beda. Seorang suami yang mendapati istrinya berselingkuh dengan pria lain. memilih pergi ke Diskotik setiap malam dan melakukan perjinahan dengan wanita-wanita penghibur. Dan ketika ditanya mengapa anda melakukan ini, dia menjawab untuk mengatasi stress dan untuk membalas rasa sakit hati atas perbuatan istri saya. Respon seperti ini tentu kurang bijak, karena akan menambah persoalan yang baru dan menjadi sumber stress yang baru lagi. Walau demikian banyak orang melakukan cara-cara seperti ini ketika mereka diperhadapkan dengan masalah.  Seorang ibu memilih respon yang berbeda, ketika dia tahu bahwa suaminya memiliki wanita simpanan, si ibu ini hanya diam dan menyimpanannya di hati. Bahkan ketika orang lain atau tentangga menanyakan hal tersebut, si ibu marah dan berusaha mentup rapat-rapat atas perbuatan suaminya. Seakan-akan semua baik-baik saja. Cara seperti ini pun tentunya kuranglah bijaksana, karena seperti bom waktu, dan lagi kekuatan manusia itu ada batasnya.

Respon awal semua orang ketika masalah datang pasti ada rasa takut, khawatir, marah, dll. Dan itu adalah hal yang wajar. Pertanyaannya adalah,  apakah kita hanya berhenti pada titik ini saja. Jika iya, maka hidup kita akan menjadi terganggu, kita menjadi sensitive, tidak produktif, dll.  Jangan terlalu lama di titik ini, karena hanya akan merugikan diri sendiri. Karena itu kita harus melangkah ke titik berikutnya. Cobalah lihat masalah yang sedang terjadi dari sudut pandang yang lain karena sudut pandang sangat menentukan respon kita. Hidup itu ibarat bola bundar yang penuh warna. Di sisi yang lain oarng baerkata bola itu hijau dan merah, sementara dari sisi yang lain orang berkata bola itu putih dan hitam. Dan disisi yang lain berkata hal yang berbeda. Sesungguhnya yang membuat mereka berbeda mengartikan bola karena sudut pandang mereka.  Masalah adalah sisi lain dari kehidupan, dia bukan sesuatu yang asing atau mahluk yang harus di hilangkan dari kehidupan. Itulah sebabnya jika dalam hidup kita ada masalah sadarlah bahwa dia memang bagian dari hidup kita dan inilah yang dimaksud dengan merubah cara pandang. Saya tidak berkata bahwa masalah itu menyenangkan atau memberi kebahagiaan, tetapi sering sekali masalah bisa membuat orang semakin menghargai hidup, mengasihi sesama, mengasihi Tuhan. Karena itu, bersyukurlah atas masalah yang ada. 

Jumat, 14 Februari 2014

LIFE IS BEAUTIFUL

Bagi sebagian orang, mengucapkan kalimat hidup itu indah mungkin sangat mudah karena  keadaan mereka dipenuhi dengan kemudahan-kemudahan, Tetapi sebaliknya,  bagi mereka yang hidup serba  terbatas, berkata hidup itu indah menjadi sulit. Mungkin mereka akan setuju jika kalimatnya diganti menjadi, hidup itu susah atau penderitaan.  Keindahan sesungguhnya bukanlah berasal dari luar diri, karena jika demikian  keindahan itu akan selalu berubah-ubah. Keindahan sesungguhnya adalah berasal dari dalam diri,  yaitu cara kita melihat atau menilai sesuatu yang ada diluar.

Saya terbeban, membantu atau menjadi teman curhat bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup oleh karena berbagai hal. Bagi mereka yang melihat hidup itu hanya penderitaan atau kesusahan. Terkadang kita membutuhkan orang lain untuk mendengar curhat kita, sehingga beban menjadi sedikit berkurang, apa lagi diberi pandangan-pandangan yang sifatnya membangun, sangat efektif membuat kita melihat hidup ini menjadi berbeda.
Itu sebabnya, siapa pun anda yang kebetulan mampir ke blog ini dan anda sedang galau, penuh masalah dan merasa sendiri dan hampir putus asa. Saya siap menjadi teman curhat anda dan dengan tulus akan membantu sejauh yang saya bisa. Agar hidup anda terasa menjadi lebih indah, karena sesungguhnya hidup itu adalah indah.

Salam

Hermanto Karokaro, MA

Jumat, 31 Januari 2014

“Kerja Adalah Ibadah” Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan”

Oleh:  Hermanto Karokaro, M.A  & Kristina Perangiangin

Pendahuluan:


Manusia adalah mahluk pekerja, hal ini ditegaskan dalam Alkitab sebanyak 113 ayat. Bahkan kitab Amsal berkata, orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Walau demikian untuk mendapat pekerjaan tidak lah mudah, apalagi dikota-kota besar yang sarat dengan persaingan. Dan belakangan pengertian bekerja juga mengalami penurunan makna. Pekerjaan dipahami hanya sekedar alat untuk mendapatkan rupiah dan membangun karir. Karena itu, dalam kesempatan kali ini kita belajar apa kata Alkitab tentang bekerja.

1.      Menilai Diri Secara Objektf
Banyak orang bersaing mencari pekerjaan, khususnya bagi para mahasiswa/i yang baru saja menyelesaikan kuliah. Namun seringkali salah satu kendala dalam kesulitan mencari pekerjaan adalah karena terlalu memaksakan untuk mendapatkan gaji besar dengan posisi yang sesuai dengan keinginan. Tanpa disadari bahwa untuk memperoleh gaji dan posisi terbaik harus melalui proses dan harus dibekali juga dengan ilmu, pengalaman dan kualitas kerja. Jika kita memiliki ketiga hal tersebut, otomatis tidak akan kalah bersaing dengan para pencari kerja lainnya.  (seberapa tinggi ilmu, pengalaman dan kualitas kerja kita)

2.      Fokuslah Pada Kualitas diri 
Sebelum kita masuk dalam dunia kerja, sebenarnya Tuhan  memberi waktu dan kesempatan agar kita bisa membekali diri untuk memperlengkapi kita dengan kualitas dan ilmu yang harus kita kembangkan. Sama halnya dengan jodoh. Sebelum Tuhan pertemukan kita dengan pasangan hidup, seharusnya kita mempersiapkan diri menjadi yang terbaik untuk mendapatkan pasangan yang terbaik juga. Caranya dimulai dengan pembentukan karakter dan pemikiran yang harus semakin dewasa. Begitu juga saat menanti pekerjaan, selain mencari kita harus membekali diri dengan mengembangkan ilmu dan kualitas diri. Karena perusahaan akan menilai dalam hal tersebut dan mencari pribadi yang berbeda, yang siap bekerja dan memiliki potensi yang lebih dibandingkan dengan para pencari kerja lainnya. Buktikan bahwa kita adalah pribadi yang berbeda dari yang lain dan buktikan bahwa perusahaan harus mencari kita. (tingkatkanlah kompetensi/keahlian – karakater )

3.      Menghargai dan mencintai setiap Pekerjaan yang ada
Setiap orang menginginkan pekerjaan yang terbaik dan terhormat. Namun jika kesempatan itu belum ada, maka bersyukurlah untuk pekerjaan yang ada sekarang. Lakukanlah dengan sepenuh hati seperti kata FT Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.  Dibagian yang lain FT berkata, Matius  25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.  Tidaklah baik sebagai pekerja Kristen pindah-pindah kerja hanya karena mengejar uang dan jabatan. Sebab dalam konsep Kristen pekerjaan itu sebenarnya bagian dari ibadah, artinya dipekerjaan kita itulah kita melayani Tuhan, bersaksi, dan pekerjaan kita itu adalah salah satu persembahan kita kepada Tuhan.
Uang dan jabatan memang dibutuhkan tetapi tidak selamanya uang dan jabatan membuat seseorang menjadi kaya dan bahagia. Amsal 10:22  berkata “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”

Jangan berusaha untuk menjadi orang yang sukses, tapi berusahalah untuk menjadi orang yang bernilai.
Kita dnilai bukan dari apa yag kita miliki, tetapi dari apa yang telah kita kerjakan.


Minggu, 19 Januari 2014

JODOH AKU YANG PILIH ATAU TUHAN YANG KASIH

Oleh: Ev. Hermanto Karokaro & Kristina Perangin Angin




Apakah jodoh itu ditentukan Tuhan atau atas pilihan sendiri ? Pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang beragam. Sebagian orang berkata jodoh itu ditentukan Tuhan, bukankah ada istilah jodoh ditangan Tuhan. Tetapi sebagian lagi berpendapat  bahwa jodoh itu atas pilihan sendiri, bahkan ada istilah yang agak lucu, jodoh ditangan hansip he he he. Dalam kasus tertentu  memang Tuhan bisa mengintervensi secara penuh seseorang mendapatkan jodohnya. (Kasus Ishak – Ribka -  Kejadian 24:7).  Tetapi secara umum Tuhan tidak memaksa seseorang untuk memilih seseorang menjadi pasangan hidupnya, artinya Tuhan memberi kebebasan pada batas-batas tertentu. Untuk lebih jelasnya saya akan uraikan berikut ini.

Ada tiga aspek dalam memilih jodoh: 

a.       Aspek  Teologis
Aspek ini merupakan bagian Tuhan dalam menetapkan  jodoh. Firman  Tuhan dengan tegas menetapkan bahwa  jodoh itu harus seiman.  (II Korintus  6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ?).  Sebagian lagi menambahkan bahwa seiman saja tidak cukup tetapi harus sungguh-sungguh lahir baru. Dan tentunya dia masih sendiri dan beda jenis dengan kita.

b.      Aspek Psikologis
Aspek ini  merupakan bagian yang Tuhan serahkan kepada kita. Kita bisa pilih yang pendiam, atau yang ceria,  penyabar, tegas, atau cepat tersinggung,  dll.     ( terkadang  bisa terjadi cocok secara  psikologis namun beda keyakinan – sebaiknya jangan diteruskan)

c.       Aspek Biologis
Aspek ini juga bagian yang Tuhan serahkan kepada kita. Kita bebas memilih yang keriting, lurus, gemuk, kurus, tinggi, pendek,  kaya, miskin, dll.

1.          APA YANG HARUS KITA LAKUKAN
Sesungguhnya setiap orang sudah  Tuhan siapkan jodonya. Mengacu kepada FT   “Tidakbaik  manusia itu seorang diri saja” (Keja 2:18).  Walau demikian bukan berarti kita diam-diam saja lalu jodoh itu akan datang, tentu kita tetap harus ada  usaha.  Apa sebaiknya yang kita lakukan:

a.       a. Tingkatkan kualitas  iman.
    Belajarlah mengasihi Tuhan, setialah melakukan Firman Tuhan.
-          (Lukas  12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.)
-          (Markus  12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.)
b.      b.Tingkatkan kualitas karakter.
   Wajah cantik / ganteng memang penting tetapi yang lebih penting adalah kecantikan dari dalam dan erat     
    kaitannya dengan karakter.  Banyak wanita/pria tampang sangat oke tapi tidak menemukan jodohnya bisa 
   jadi karena karakternya tidak menarik. 
-          (Amsal  31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. 

c. Jangan risau dengan status 
Jangan hanya terfokus dan terus memikirkan status ‘Single’ kita saat ini, atau bahkan merasa iri dengan 
orang lain yang telah dipersatukan dengan tulang rusuknya. Namun, tetap bersukacita & tunjukkan
bahwa kita berbeda dari yang lain sehingga orang lain bisa menilai kita sebagai pasangan yang tepat dan 
menjadi pasangan yang dicari atau bakan ditunggu oleh orang lain.
   

 2.       PASANGAN HIDUP YANG  TUHAN KEHENDAKI

-          Bukan dia yang hanya mengenalkanmu pada gemerlap dan kemewahan yang ditawarkan dunia, namun dia yang tahu bagaimana membuatmu tak pernah melupakan iman untuk menjalani hidup.
-     Bukan dia yang selalu bersikap dominan, tapi dia yang selalu menjadi partner terbaik untuk menjalani kehidupan.
-          Bukan dia yang mendukungmu ketika merasa hidup ini tidak adil, tapi dia yang mengatakan “Tuhan selalu mempunyai rencana indah”, dia mengajarimu untuk melihat dari sudut pandang kehidupan yang luas.
-      Bukan dia yang selalu memberi apa yang kamu inginkan, tapi dia yang mengajarimu untuk menghargai apa yang kamu miliki.
-    Bukan dia yang memutuskan berpisah Karena perbedaan, tapi dia yang mempersatukan perbedaan untuk saling melengkapi.
-          Bukan dia yang melihatmu secantik / setampan idola, namun dia yang akan membuat pribadimu memiliki kualitas yang mengagumkan.
-    Bukan dia yang selalu memanjakanmu, tapi dia yang ingin melihatmu semakin dewasa dan tangguh.

Senin, 30 Desember 2013

Prioritaskan Yesus Diatas Segalanya

Oleh: Kristina Perangin-angin


Ketika setiap kegerakan atau tindakan diawali dengan doa, maka segalanya akan terasa sangat mudah untuk dijalani. Tuhan tidak pernah berjanji untuk membebaskan kita dari setiap masalah & cobaan hidup ketika kita memilih untuk mengandalkan Dia diatas segalanya dan melakukan setiap kehendak-Nya. Namun Dia selalu berjanji bahwa semua indah pada waktu-Nya asal kita tetap percaya & memprioritaskan Dia diatas segala aspek kehidupan.
Seperti halnya beberapa nasabah di bank, tidak jarang pihak bank bertemu dengan nasabah prioritas yang selalu diutamakan dan diberi pelayanan yang jauh lebih baik dan sangat spesial dibandingkan dengan pelayanan yang diberikan ke nasabah non-prioritas. Hal itu terjadi karena nasabah tersebut memilki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap bank, yaitu karena besarnya jumlah dana yg didepositokan oleh nasabah prioritas di bank yang bersangkutan. Pelayanan spesial diberikan pada nasabah prioritas karena sebelumnya nasabah itu sudah bersedia untuk mempercayakan harta (uangnya) yang sangat berharga pada bank tersebut.
Seharusnya seperti itulah Yesus bagi kita. Kasih dan penebusan-Nya yang sangat besar, sangat mahal dan tidak dapat dinilai dengan apapun sungguh sangat memberikan dampak dan pengaruh yang teramat besar dalam hidup kita. Dengan darah-Nya yang sangat mahal bahkan Ia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dan menggantikan hidup kita. Hidup kita diangkat dari manusia lama menjadi manusia baru dan semua sudah dibayar lunas sehingga kehidupan kita saat ini menjadi berbeda dengan kehidupan kita sebelumnya.

Sudah sewajarnya Yesus mendapatkan tempat yang paling istimewa dan spesial dalam hidup kita, bahkan setiap kegerakan atau tindakan yang akan kita lakukan, diawali dengan doa dan tindakan tersebut harus merupakan kehendak Tuhan yang Dia percayakan kepada kita untuk dilakukan. Prioritaskan Yesus diatas segalanya & lakukan kehendak-Nya, karena Dia telah lebih dulu mengorbankan harta yang paling berharga yaitu nyawa-Nya untuk menebus kita.

Rabu, 18 Desember 2013

GOD IS LOVE

Oleh: Ev. Hermanto Karokaro, MA.
Yohanes 3:16

Banyak agama di dunia, paling tidak sampai tahun 2013  sudah tercatat 27 Agama, Mulai dari Kristen, Islam, budha, Hindu, Bahai, kong hucu, Zoroaster, dll.  Semua agama mengajarkan hal-hal yang baik, namun apa yang paling mendasar perbedaan antara iman Kristen dengan iman agama-agma lain adalah tentang “KASIH”.  Jika saja Kasih diambil dari iman Kristen, maka agama Kristen hanya akan menjadi sekumpulan doktrin-doktrin yang kering dan membosankan.  Kasih adalah nyawa, pusat, dasar dari seluruh ajaran iman Kristen.

Sifat Dasar Allah Adalah Kasih
Rasul Yohanes, menulis dalam kitabnya Yohanes 3:16.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Masih menurut kitab Yohanes   4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Segala sesuatu yang Allah lakukan digerakkan oleh kasih. Ketika Dia menciptakan dunia - Dia ciptakan dengan Kasih, dan ketika Dia menciptakan manusia Dia ciptakan dengan kasih.  Kasih Allah tidak pernah berkurang atau dikurangi. Mungkin ketika semua berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita inginkan, maka menyebutkan Allah itu kasih adalah mudah. Tetapi jika keadaannya buruk, sakit nggak sembuh-sembuh, rumah tangga penuh masalah, keungan sulit, dll. Maka mengatakan Allah itu kasih menjadi sulit. Namun kebenaranya adalah, Allah tidak membutuhkan persetujuan dari kita tentang statusnya atau eksistensinya. Dia tetap menjadi Allah yang Kasih  yang tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selamanya. Kecendrungan manusia mamahami Kasih Allah hanya pada batas-batas tertentu. Kasih Allah dinilai dari berkat-berkat, muzijat-mujizat yang pada intinya hanya untuk kenyamanan hidup manusia. Saya teringat dengan seorang anak Tuhan berkata, saya tidak akan kegereja jika hasil panen saya tidak berhasil. Atau seorang pemudi berkata, kalau tahun ini Tuhan belum kirim jodoh, jangan salahkan saya jika saya akan menerima lamaran si Muhammad itu. Mungkin agak lucu kelihatannya pernyataan seperti itu, tetapi mungkin masih banyak orang Kristen hari ini kurang menyadari bahwa Allah itu adalah Kasih yang tidak pernah berubah.

Kasih Allah Tidak Bisa Dibatalkan
Saya teringat waktu masih kuliah theologi dahulu, ada seseorang yang berjanji akan mendukung saya secara financial. Sebagai mahasiswa Theologi dan tinggal di asarama yang serba minim, tentu sangat senang dengan janji tersebut. Namun kenyataannya dia berubah, bahkan hingga selesai kuliah tidak pernah sekalipun memberikan apa yang dia janjikan.  Tuhan tidaklah demikian, sekali Tuhan sudah menyatakan kasih-Nya maka Dia tidak pernah membatalkannya bahkan  siapa pun tidak bisa membatalkannya.  Rasul Paulus menuliskan hal ini dalam surat Roma 8:35 “ Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?   Roma 8:39  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Calvin berkata  kita dipilih untuk dikasihi tidak memerlukan syarat dan pada saat yang  sama kita tidak bisa menolak.

Allah Membuktikan Kasih-Nya
Si butet protes kepada si ucok (pacarnya). Berkata, Bang katanya Kau cinta sama aku, tapi sms pun nggak pernah, apa lagi telepon. Lalu si ucok berkata, maaf dek aku nggak punya pulsa. Dari cerita yang agak lebay ini  ingin menjelaskan bahwa cinta itu butuh bukti, tidak cukup hanya sekedar kata-kata. Allah membuktikan Kasih-Nya dengan rela turun dari posisi sebagai Allah yang mulai dan tak terbatas menjadi manusia yang terbatas bahkan seolah manusia yang hina. Penurun dari Allah jadi manusia bukanlah hal yang mudah. Umunya manusia mau naik tapi kalau sudah naik lupa turun, bahkan nggak mau turun. Saudara bisa bayangkan jika sudah terbiasa hidup enak, tinggal di rumah ber ac, mau makan tinggal pergi ke meja makan, mau tidur tersedia kasur yang empuk, dll. Kemudian saudara harus tinggal di dusun, nggak ada listrik, nggak ada kasur, AC. Dll.  Namun Allah melakukan itu karena kasih-Nya.  Selanjutnya  Allah membuktikan kasih-Nya dengan Yesus mau mati di kayu salib.  Kasih bukanlah kasih sampai kasih itu dilakukan.

Selamat NATAL  2013.

TUHAN MENGASIHI KITA, MARI KITA MENGASIHI SESAMA

Selasa, 17 Desember 2013

IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA


Oleh: Kristina Perangin Angin
1 Yohanes 5:4



Secara pribadi, setiap kita pasti memiliki masalah dan berbagai tantangan yang harus kita lalui dalam menjalani hidup. Namun dibalik setiap masalah dan tantangan yang ada, Tuhan selalu ingatkan dalam firman-Nya supaya kita tetap berjalan didalam Tuhan dan selalu menjadikan Dia sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Hanya diperlukan iman sebesar biji sesawi saja, maka segala hal yg kita anggap mustahil tetapi menjadi mungkin dihadapan Tuhan (Markus 11:23). Karena dalam firman-Nya, Tuhan telah  katakan bahwa apa saja yang kita minta dan doakan, percayalah bahwa kita telah menerimanya  maka hal itu akan diberikan kepada kita (Markus 11:24). Tugas kita hanya beriman dan bertindak, 


Kita tidak perlu memikirkan bagaimana caranya Tuhan bisa  menjadikan segala hal yang kita anggap mustahil menjadi mungkin. Karena Tuhan selalu punya  cara dan Dia tidak pernah kehabisan akal untuk memenuhi segala janji-Nya. Tapi perlu kita  ingat, semua itu harus sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, sesuai dengan waktu dan cara  Tuhan dan bukan menurut kehendak kita secara pribadi (Pengkhotbah 3:11). Karena kita semua tau,  rancangan-Nya jauh lebih indah dari segala rancangan kita dan Dia lebih dulu tau segala yang  terbaik buat hidup kita, bahkan Dia selalu tau saat yang tepat untuk menjawab semua doa kita.

  
Ketika kita terus berjalan didalam Tuhan dan terus melakukan tindakan iman, semakin hari akan semakin Tuhan bukakan segala jalan-Nya dan semakin peka kita mendengar suara Tuhan. Semakin nama Tuhan di permuliakan atas hidup kita, Dia akan semakin mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, kita akan tetap naik dan bukan turun (Ulangan 28:13). Teruslah berjalan sesuai firman-Nya dan tetap menjadi pribadi yang berdampak bagi sekitar kita.

Tuhan Yesus Memberkati.